Hari Pembinaan Guru

Senin, Selasa, Rabu, 2-4 Oktober 2017, seluruh siswa SMAK 1 PENABUR Jakarta mendapat kesempatan untuk belajar di rumah dalam rangka libur Mid Semester 1, sesuai dengan kalender Penabur 2017.
Pada kesempatan tiga hari tersebut, Bapak/Ibu guru mendapat pelatihan dari berbagai narasumber untuk menyegarkan kembali semangat guru dan menstimulasi guru untuk dapat berkreasi lebih baik lagi dalam membimbing dan membina para peserta didik dalam pembelajaran.
Hari Pertama, Bapak/Ibu guru mendapat pelatihan mengenai kurikulum dari Ibu Sri Sulastri dari LPMP. Pada pelatihan itu guru-guru diingatkan lagi mengenai pembuatan RPP sesuai dengan kurikulum 2013, termasuk cara mengajar konseptual, faktual, prosedural, dan metakognitif. Beberapa contoh soal yang sesuai adalah sebagai berikut :
KONSEPTUAL : Jelaskan hukum Ohm!
FAKTUAL : (a) Tuliskan berbagai macam contoh alat ukur yang dapat dipakai di laboratorium!
(b) Alat ukur apa yang digunakan untuk mengukur massa?
PROSEDURAL : (a) Bagaimana terjadinya hujan?
(b) Tuliskan langkah-langkah dalam mencari hubungan antara hambatan dan panjang
kawat penghantar melalui percobaan.
KOGNITIF : (a) Buatlah sebuah puisi mengenai kesetiaan!
(b) Sebutkan contoh penerapan hukum Pascal.

Dalam pelatihan tersebut, Ibu Sri Sulastri juga mengingatkan metode pembelajaran Discovery Learning, Problem-Based Learning, dan Project-Based Learning.
Discovery learning adalah metode mengajar yang membuat siswa dapat menemukan jawaban dari pertanyaan dari bahan materi yang sudah disediakan. Sebelum siswa mencari jawaban dari buku, atau materi yang sudah disediakan, guru sebaiknya tidak memberi jawaban di awal pelajaran. Akan tetapi, siswa diberi kesempatan untuk berdiskusi atau mencari jawaban sendiri di buku atau materi yang sudah tersedia dengan batas waktu tertentu. Ketika batas waktu yang ditentukan sudah habis, guru dan siswa mendisusikan jawaban yang ditemukan dari buku.
Problem-Based Learning adalah metode yang memberi kesempatan kepada siswa untuk mempunyai jawaban yang beragam asalkan sesuai dengan materi atau topik yang dibahas. Problem-Based Learning memacu siswa memecahkan masalah yang diberikan guru dengan mencari jawaban di berbagai sumber dan berdiskusi dengan rekan sebayanya. Kegiatan ini dapat diselesaikan dalam satu atau dua jam mata pelajaran.
Metode yang terakhir adalah Project-Based Learning yang memerlukan waktu cukup lama dalam mengerjakannya, tidak cukup satu tatap muka karena ada berbagai prosedur atau tahapan yang harus dilalui oleh siswa. Siswa memerlukan tahapan persiapan, tahapan pengerjaan, dan tahapan pelaporan, sebelum akhirnya menyelesaikan proyek yang diberikan guru.
Di akhir kegiatan, guru-guru bersyukur dapat diingatkan lagi mengenai beberapa elemen yang ada di dalam RPP sehingga di kemudian hari dapat membuat perencanaan pengajaran yang lebih baik sehingga dapat membuat siswa lebih bersemangat dalam menerima pelajaran.