Character Day

The goal of education is good character and intelligence: Pendidikan karakter di SMAK 1 PENABUR Jakarta.

Mendidik bukanlah sekedar mencekoki ilmu pengetahuan kepada peserta didik, akan tetapi berusaha agar di akhir masa belajarnya, peserta didik dapat diterima dengan baik di masyarakat. Supaya diterima di masyarakat, seseorang harus memiliki karakter yang baik, sebab karakter buruk membuat orang dijauhi bahkan tidak disukai oleh orang di sekitarnya.

Jaman sekarang ini informasi dan ilmu pengetahuan bisa didapat di mana-mana; gawai yang terkoneksi internet dapat dengan mudah menyediakan jawaban atas pertanyaan apa saja yang ingin diketahui oleh setiap pemakai. Akan tetapi, pendidikan karakter yang tepat diperoleh dengan usaha dan dukungan berbagai pihak, seperti dari orang tua, sekolah, lingkungan masyarakat, bahkan diri sendiri.

Seorang pemakai gawai tidak melulu sebagai penerima informasi, melainkan juga penyedia konten melalui media sosial yang mereka gunakan. Konten yang masuk melalui media sosial ada yang bersifat positif, ada juga yang negatif. Konten positif tentu saja sangat berguna bagi banyak orang, sedangkan konten negatif bisa merugikan orang lain atau bahkan diri sendiri.

Misalnya saja, seorang yang sedang marah bisa saja mengungkapkan perasaannya di media sosial dengan memaki atau menjelek-jelekkan orang lain. Hal ini dapat membuat orang yang dimaki menjadi tidak senang karena semua orang di seluruh dunia tahu keburukannya, yang belum tentu benar. Di lain pihak, menjelek-jelekkan orang lain di internet bisa juga menunjukkan keburukan diri sendiri. Ketika seseorang mengumpat, menggunakan kata atau kalimat yang jahat atau kotor di media sosial, orang lain bisa saja mempunyai kesimpulan bahwa orang tersebut memiliki sifat dan tabiat yang kurang baik. Tentu hal ini sangat merugikan si pembuat konten sendiri.

Akan tetapi, belum ada saringan untuk konten yang masuk melalui media sosial ke dalam internet. Saringan yang ada adalah diri si pemakai media sosial itu sendiri. Apakah ia akan memasukkan kata-kata yang membangun atau menghancurkan ditentukan oleh kepribadian pemilik konten tentunya.

Hal inilah yang sedang diusahakan oleh SMAK 1 PENABUR Jakarta dalam mengemban tugasnya ‘membentuk manusia baru segambar penciptanya’ yaitu dengan memberikan pengajaran dan pendidikan karakter di sekolah. Denqan adanya pendidikan karakter, diharapkan peserta didik dapat menjadi saringan bagi dirinya sendiri terhadap pengaruh- pengaruh yang masuk atau perkataan yang diucapkannya.

Dengan mendasari setiap pendidikan karakter dengan firman Tuhan, sekolah berharap peserta didik dapat memilah informasi yang keluar dan masuk dengan lebih bijaksana.

Pendidikan karakter di SMAK 1 PENABUR Jakarta merupakan kegiatan yang berkesinambungan dalam kurun waktu yang cukup lama selama peserta didik di SMAK 1. Diawali hari Senin 27 Agustus 2018 dengan kebaktian yang dilayani oleh Ibu Pendeta Stella dalam acara Opening of Character Days, pendidikan karakter di SMAK 1 Penabur Jakarta akan berlangsung setiap hari dengan bimbingan dan pengawasan seluruh guru di sekolah.